Gak sengaja lagi jalan2, eh tiba2 nemu tulisan yang bagus di sini. Langsung aja de, nyetel lagunya SO7 yang “Kisah Klasik untuk masa depan”.uuuuuh…… Kebetulan lagi nginget2 masa2 indah sama temen2. Apalagi kemaren, abis main ke Pekalongan sama Agus, Ayumi, Ma’ iti. Mereka temen satu kost pas PKL di Pekalongan, tepatnya Kedungwuni. meskipun PKL cuma 2 bulan, tapi udah bikin persahabatan kita jadi deket banget. Sebenernya masih ada satu temen lagi, Isna. Tapi, berhubung dia gak pulang (kerja di Cikarang bareng Ma’ iti) akhirnya cuman berempat aja yang berangkat.
Kamis malem sekitar jam 11 aku njemput Ma’ iti ke terminal PWT. Trus nganter dia pulang ke rumanya di Panican. Paginya sekitar jam 9.30 kita berangkat. padahal rencana jam 7 berangkat dari pbg, tapi berhubung aku bangun kesiangan, jadwal jadi mundur dikit. heheheh…….
Aku boncengan sama Ayumi, Agus sama Ma’ iti. Kita berempat nyampe di Pekalongan sekitar jam 11.15. Istirahat bentar di tempatnya Kiki, kebetulan yang dituju lagi gak dirumah, jadi mampir ke tetangga dulu. Jam 1 kurang, setelah jum’atan langsung ke tempat Bu yah, yang punya kost dulu. Setelah temu kangen(heueheuh…) sekitar jam 15.00 langsung tancap pulang. Sebenernya gak boleh pulang siy, disuruh nginep. Lumayan lama gak ketemu, sekitar 4 tahun. Jadi masih kangen gitu d. Bener juga kata Bu Yah, disuruh nginep gak mau. Akhirnya kehujanan di Randudongkal. Nyampe di rumah Ayumi pas maghrib. Baju udah basah kuyup, mana dingin banget lagi. Secara, rumah Ayumi di atas, maksudnya udah deket gunung. wkwkwkwk…. deket Pratin booo…ademe pooooool….
Sempet curhat2an bentar, jam 8 aku sama agus pulang. Ma’ iti nginep di tempat Ayumi. Dia gak ada yang nganter siy, ujan pula.Tadinya aku juga disuruh nginep, tapi mosok nginep di tempat cewek… mbok de grebeg, ra nggawa KTP koh. hiksz…..pisah deh….. moga2 bisa ketemuan lagi yak.. miss U all pren….
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.
Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**